Gelombang Panas Terburuk Landa Eropa
AKSINEWS.COM – Eropa tengah dilanda gelombang panas ekstrem yang tercatat sebagai suhu terpanas dan terlembap dalam sejarah, dengan potensi risiko kematian ribuan jiwa. Studi jaringan ilmuwan World Weather Attribution menegaskan bahwa pemanasan global akibat perubahan iklim menjadi penyebab utama fenomena ini, bukan fenomena El Nino.
Suhu ekstrem yang mencapai lebih dari 44 derajat Celsius di Prancis serta suhu malam hari yang bertahan di atas 30 derajat Celsius di Spanyol dinilai sangat tidak lazim. Para ahli mencatat bahwa peristiwa ini nyaris mustahil terjadi tanpa adanya perubahan iklim, yang kini membuat suhu bulan Juni menjadi 3,5 derajat lebih panas dibandingkan 50 tahun lalu.
Tingkat kelembapan yang melampaui 50 persen di banyak wilayah Inggris memperburuk risiko kesehatan karena menghambat proses alami pendinginan tubuh melalui keringat. Kondisi ini menempatkan kelompok rentan, seperti lansia, penderita penyakit kronis, migran, dan tunawisma, pada posisi yang sangat berbahaya akibat ketidaksetaraan dampak perubahan iklim.
Mengingat gelombang panas skala kecil sebelumnya telah merenggut ribuan nyawa, para ilmuwan memperingatkan bahwa fenomena serupa akan semakin sering terjadi tanpa pemangkasan emisi bahan bakar fosil. Eropa saat ini menghadapi tantangan besar karena sebagian besar kota dan bangunannya dirancang untuk iklim yang lebih sejuk, dengan minimnya fasilitas pendingin ruangan.
Para peneliti mendesak Eropa untuk segera berinvestasi pada metode pendinginan pasif seperti insulasi bangunan, atap hijau, dan penambahan pohon di area perkotaan. Selain itu, sistem respons darurat harus diperluas untuk memberikan perlindungan lebih baik bagi kelompok masyarakat yang sering terlupakan, termasuk ibu hamil dan penyandang gangguan kesehatan mental. (red)

