Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan, Ada Apa?
AKSINEWS.COM – Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, akhirnya buka suara mengenai alasan lembaga yang dipimpinnya belum mengumumkan laporan keuangan sejak resmi didirikan pada Februari tahun lalu. Dony menjelaskan bahwa karakteristik laporan keuangan Danantara sangat berbeda dengan perusahaan pada umumnya. Hal ini terjadi karena laporan tersebut merupakan hasil konsolidasi menyeluruh dari laporan keuangan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah pengelolaan lembaga superholding tersebut.
Saat ini, Danantara tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola dan tingkat transparansi laporan keuangan seluruh perusahaan pelat merah. Langkah ini dinilai sangat krusial seiring dengan proses pembersihan buku-buku keuangan BUMN serta penyelesaian proses impairment atau penurunan nilai aset yang bermasalah. Seluruh rangkaian pembenahan ini harus dituntaskan secara matang sebelum laporan keuangan konsolidasi Danantara difinalisasi dan dipublikasikan kepada publik.
Dony menegaskan bahwa proses pembersihan laporan keuangan ini ditargetkan rampung pada akhir Juni tahun ini. Dalam keterangannya di Wisma Danantara, Jakarta, ia menyebutkan bahwa keterlambatan publikasi terjadi karena masih ada beberapa BUMN yang proses audit dan pembersihan bukunya belum selesai sepenuhnya. Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan sinkronisasi data dari seluruh lini BUMN agar menghasilkan laporan yang akurat.
Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa lemahnya tata kelola masa lalu tercermin nyata pada lonjakan nilai impairment aset BUMN yang jumlahnya sangat fantastis. Berdasarkan proses evaluasi yang sedang berjalan, nilai penurunan nilai aset terhadap buku-buku perusahaan pelat merah tersebut tercatat hampir menyentuh angka Rp 100 triliun. Angka yang besar ini menjadi salah satu fokus utama yang harus diselesaikan dalam pembenahan portofolio aset negara.
Meski angka impairment tersebut tergolong besar, Dony menegaskan bahwa pembukaan data ini merupakan bentuk transparansi dan komitmen nyata dari manajemen baru. Langkah pembersihan buku secara menyeluruh ini sengaja diambil demi memastikan bahwa pengelolaan BUMN ke depan dapat berjalan dengan prinsip keterbukaan yang jauh lebih baik. Dengan demikian, laporan keuangan Danantara yang akan dirilis pertengahan tahun ini diharapkan dapat mencerminkan kondisi fundamental BUMN yang bersih dan sehat. (red)

