Bentrok Mahasiswa UIN Jambi dan Polisi Pecah di Depan Mapolda
AKSINEWS.COM – Ketegangan hebat menyelimuti kawasan di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jambi pada Kamis sore (09/04). Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi terlibat bentrok sengit dengan aparat kepolisian saat mencoba merangsek masuk ke dalam area Mapolda.

Situasi yang awalnya berjalan kondusif dengan orasi-orasi bernada protes berubah menjadi mencekam saat memasuki sore hari. Mahasiswa menuntut kepastian hukum terkait kasus kekerasan dan pengeroyokan rekan mereka yang dinilai mandek atau jalan di tempat.
Puncak ketegangan terjadi ketika massa mendesak untuk bertemu langsung dengan Kapolda Jambi guna menyampaikan aspirasi secara tatap muka. Rasa kecewa mahasiswa meledak setelah keinginan tersebut ditolak dan mereka hanya ditemui oleh perwakilan pejabat utama Polda Jambi.
Aksi saling dorong antara massa dan aparat yang berjaga di baris depan pun tak terhindarkan. Suasana semakin tak terkendali saat barikade polisi mulai digoyang oleh massa yang tersulut emosi, hingga berujung pada aksi lempar. Petugas kepolisian akhirnya mengambil tindakan tegas untuk membubarkan kerumunan yang dianggap mulai bertindak anarkis.

Di tengah hiruk-pikuk kericuhan, salah satu koordinator lapangan meneriakkan protesnya terkait ketidakadilan yang mereka rasakan. Ia mempertanyakan mengapa proses hukum terhadap kasus pengeroyokan mahasiswa belum tuntas, sementara pihak mahasiswa justru merasa terus ditekan oleh aparat.
Insiden ini mengakibatkan sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka dan harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Selain korban luka, beberapa fasilitas umum di sekitar lokasi kejadian juga mengalami kerusakan ringan akibat bentrokan tersebut.
Ledakan amarah mahasiswa ini ditengarai dipicu oleh penetapan enam orang rekan mereka sebagai tersangka dalam kasus kekerasan internal kampus beberapa waktu lalu. Mahasiswa menuding adanya praktik tebang pilih dalam penegakan hukum dan menuntut transparansi total dari tim penyidik Polda Jambi atas penanganan perkara tersebut.
Menanggapi kejadian ini, pihak Polda Jambi melalui Kabid Humas menegaskan bahwa tindakan pengamanan yang dilakukan personel di lapangan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Langkah tegas diambil lantaran massa dinilai melakukan upaya paksa untuk menerobos masuk ke dalam Mapolda Jambi yang merupakan objek vital nasional. (red)

