5 Jenis Makanan Ini Merusak Jantung
AKSINEWS.COM – Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia. Meski kemajuan medis terus berkembang, penyakit ini tetap memengaruhi jutaan orang. Faktor genetik memang berperan, tetapi gaya hidup tidak sehat seperti merokok, obesitas, diabetes, kurang olahraga, dan pola makan buruk juga menjadi penyebab utama.
Kita semua tahu bahwa menghindari junk food dan gula berlebih penting untuk mencegah penyakit jantung. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa makanan sehari-hari yang diam-diam juga merusak kesehatan jantung? Yang lebih berbahaya, makanan-makanan ini sering kali dikemas dengan label sehat.
Seorang Board Certified Interventional Cardiologist di Amerika Serikat, Dr. Sanjay Bhojraj menjelaskan lima jenis makanan yang patut diwaspadai. Apa saja? Berikut ini rangkumannya seperti dilansir dari laman Times of India:
Pertama, minyak biji-bijian (Seed Oils). Minyak biji-bijian seperti minyak jagung, kedelai, bunga matahari, dan canola kini populer digunakan untuk memasak. Namun, menurut Dr. Bhojraj, minyak-minyak ini mengandung asam lemak omega-6 dalam jumlah berlebihan, termasuk asam linoleat yang dapat memicu gangguan kesehatan jantung.
Konsumsi minyak biji-bijian berlebih dapat merusak dinding arteri akibat stres oksidatif dan peradangan, sehingga meningkatkan risiko pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi minyak jenis ini memiliki risiko serangan jantung dan kematian yang lebih tinggi meski kadar kolesterol mereka menurun.
Proses oksidasi minyak biji-bijian juga menghasilkan senyawa berbahaya yang dapat merusak pembuluh darah dan memicu pembekuan darah. Mengurangi penggunaannya dapat membantu menurunkan peradangan arteri dan melindungi kesehatan jantung.
Kedua, produk “Zero Sugar”. Banyak orang memilih produk zero sugar karena menganggapnya lebih aman untuk jantung. Namun, tanpa disadari, produk ini sering mengandung pemanis buatan dan bahan tambahan lain.
Dr. Bhojraj menjelaskan bahwa konsumsi pemanis buatan dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus dan fungsi insulin. Akibatnya, tubuh mengalami peradangan dan resistensi insulin yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi pemanis buatan secara rutin dapat meningkatkan kemungkinan terkena stroke dan gangguan jantung. Selain itu, karena produk zero sugar umumnya tidak mengandung serat dan nutrisi penting, rasa kenyangnya tidak bertahan lama, sehingga membuat kita cenderung makan lebih banyak.
Jika tidak memperhatikan komposisi bahan, produk zero sugar justru dapat memberikan efek negatif bagi sistem kardiovaskular.
Ketiga, yogurt dengan perisa tambahan. Yogurt dengan rasa buah atau varian manis sering kali dianggap pilihan sehat, padahal banyak di antaranya mengandung gula tambahan dan pewarna buatan.
Menurut Dr. Bhojraj, tingginya kadar gula dalam yogurt berperisa dapat meningkatkan tekanan darah, kadar trigliserida, dan berat badan tiga faktor utama pemicu penyakit jantung. Kandungan protein dan seratnya pun biasanya rendah, sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang cukup dan justru membuat kita ingin mengonsumsi camilan lain.
Lebih buruk lagi, beberapa produk yogurt mengandung pewarna dan pengawet buatan yang dapat memicu peradangan dan memberi tekanan tambahan pada jantung.
Keempat, protein bars. Banyak orang menganggap protein bars sebagai camilan sehat, terutama untuk mereka yang berolahraga. Namun, sebagian besar produk ini penuh dengan bahan olahan dan gula tambahan.
Kandungan aditif dan pemanis buatan dalam protein bars dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, dua hal yang sangat merusak kesehatan jantung. Selain itu, beberapa protein bars juga menggunakan minyak biji-bijian, yang membawa risiko serupa seperti disebutkan sebelumnya.
Kandungan kalorinya yang tinggi dan serat yang rendah dapat menyebabkan lonjakan gula darah serta membuat kita makan berlebihan. Untuk menjaga jantung tetap sehat, pastikan memilih protein bars berbahan alami dan bebas dari minyak biji-bijian setelah membaca label dengan cermat.
Kelima, kripik sayur (Vegetable Chips). Banyak orang mengira keripik sayur lebih sehat daripada keripik kentang, padahal tidak selalu demikian. Menurut Dr. Bhojraj, produk ini sering digoreng dengan minyak tinggi omega-6 dan mengandung garam berlebih.
Proses penggorengan menghasilkan senyawa berbahaya yang dapat merusak dinding arteri dan memicu peradangan. Kandungan natrium yang tinggi juga meningkatkan tekanan darah, yang merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
Untuk melindungi jantung, sebaiknya konsumsi sayur dalam bentuk segar, dikukus, atau dipanggang tanpa tambahan minyak dan garam berlebih, daripada mengandalkan camilan olahan.
VIVA

